Concept Note Country Cap Dorong Penguatan Adaptasi Pertanian Berkelanjutan
Jakarta - Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) bersama Kementerian Pertanian dan mitra melaksanakan pertemuan penajaman Concept Note Country Cap – Pendanaan Adaptation Fund untuk Sektor Pertanian di Hotel RA Suites Simatupang, Jakarta Selatan, Kamis (13/8).
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan pada 27 Juli 2026, sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat konsep adaptasi perubahan iklim di sektor pertanian. Konsep yang dikembangkan mengangkat tema “Ketahanan Iklim Berbasis Bio-kultural: Pemanfaatan Sumber Daya Genetik Lokal dan Pengetahuan Masyarakat Adat untuk Adaptasi Pertanian Berkelanjutan.”
Dalam sambutan pembukaan, Kepala BRMP Biogen Atekan menyampaikan bahwa perubahan pola iklim dan meningkatnya risiko hidrometeorologi, seperti kekeringan berkepanjangan dan pergeseran pola curah hujan, memberikan dampak nyata terhadap ketahanan pangan dan kesejahteraan petani, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Maluku.
Melalui skema pendanaan Country Cap Adaptation Fund, program diarahkan untuk memperkuat kapasitas dan modalitas lokal melalui konservasi serta pemanfaatan sumber daya genetik lokal, terutama varietas yang adaptif terhadap kekeringan. Program juga mencakup perlindungan pengetahuan tradisional masyarakat adat serta peningkatan kapasitas adaptasi petani, termasuk kelompok perempuan dan kelompok rentan.
Pertemuan ini diikuti oleh perwakilan Kementerian Pertanian, Kementerian Keuangan melalui BPDLH, unit kerja teknis terkait, serta mitra World Food Programme (WFP). BRMP Biogen turut terlibat dalam pembahasan, khususnya dalam penyepakatan komoditas dan lokasi prioritas intervensi.
Agenda pembahasan meliputi penyepakatan komoditas dan lokasi prioritas, pembahasan Logical Framework (Logframe), serta penyelarasan Program Context, Program Justification, Implementation Arrangement, analisis risiko lingkungan dan sosial, serta indikator Outcome dan Output.
Melalui penajaman ini, diharapkan tersusun konsep usulan program yang solid dan implementatif sebagai landasan penguatan adaptasi perubahan iklim, sehingga mampu mendukung terwujudnya sektor pertanian Indonesia yang tangguh iklim, inklusif, dan berkelanjutan.